Minggu, 13 April 2014

Hati Miris Penuh Kelaparan

        Alkisah seorang pemuda gagah sedang membeli ketoprak di depan SD Patung pada malam hari. Pemuda gagah tersebut ternyata lapar setelah kerja rodi untuk membuat karya emasnya. Dia datang dengan membawa kendaraan kayuhannya. “Bang, Toprak dua”. Singkat cerita sang abang menjawab dengan suara serak banjir karena ada reog  di dalam lehernya,” duuuuuuaaaaaaa *soundtracksarimi”.”Yeeh, Si abang” Geger gue ngeliat ada tukang toprak kelewat gahol.
 Saat abang Toprak yang koplak membuat ketoprak yang enak. Datanglah kawanan
generasi masa depan yang (masih) ingusan dengan kerennya. Serentak menggetarkan hati para penontonnya karena mereka bernyanyi,” Di Nerakaaaaa… Ga adaaaa j*sensor*y lewaaattt “. Gue pun syok, bocah sekecil upil piyik gitu, udah ngerti apa itu j*sensor*y? Dan bertindak layaknya orang dewasa (yang negatifnya), seperti merokok dan berkata kotor. Mereka make cheat apaan? dengan pedenya ngomong begitu. Rupanya kebal hukum tuh anak.

Menurut orang kelewat bijak,”Lingkungan adalah faktor utama dalam pembentukan kepribadian dan tingkah laku. Terutama Lingkungan di dalam keluarganya. Oleh karena itu untuk teman-teman, nanti jikalau kalian punya anak. Saran gue dijaga tuh, diawasin, siapa temannya? Bukan maksudnya milih-milih teman, tapi cuma sekedar kita harus tau supaya bisa diberi bimbingan, dan kalo bisa buatlah mereka nyaman dengan kita seperti nyamannya mereka pada sahabatnya. Dengan begitu pasti mereka akan bercerita apapun tentang apa yang sudah dialami olehnya sehari-hari.

0 comments:

Posting Komentar

 
;