Alkisah
seorang pemuda gagah sedang membeli ketoprak di depan SD Patung pada malam
hari. Pemuda gagah tersebut ternyata lapar setelah kerja rodi untuk membuat
karya emasnya. Dia datang dengan membawa kendaraan kayuhannya. “Bang, Toprak
dua”. Singkat cerita sang abang menjawab dengan suara serak banjir karena ada reog di dalam lehernya,” duuuuuuaaaaaaa
*soundtracksarimi”.”Yeeh, Si abang” Geger gue ngeliat ada tukang toprak kelewat
gahol.
Saat abang Toprak yang koplak membuat ketoprak
yang enak. Datanglah kawanan
generasi masa depan yang (masih) ingusan dengan kerennya. Serentak menggetarkan hati para penontonnya karena mereka bernyanyi,” Di Nerakaaaaa… Ga adaaaa j*sensor*y lewaaattt “. Gue pun syok, bocah sekecil upil piyik gitu, udah ngerti apa itu j*sensor*y? Dan bertindak layaknya orang dewasa (yang negatifnya), seperti merokok dan berkata kotor. Mereka make cheat apaan? dengan pedenya ngomong begitu. Rupanya kebal hukum tuh anak.
generasi masa depan yang (masih) ingusan dengan kerennya. Serentak menggetarkan hati para penontonnya karena mereka bernyanyi,” Di Nerakaaaaa… Ga adaaaa j*sensor*y lewaaattt “. Gue pun syok, bocah sekecil upil piyik gitu, udah ngerti apa itu j*sensor*y? Dan bertindak layaknya orang dewasa (yang negatifnya), seperti merokok dan berkata kotor. Mereka make cheat apaan? dengan pedenya ngomong begitu. Rupanya kebal hukum tuh anak.
Menurut
orang kelewat bijak,”Lingkungan adalah faktor utama dalam pembentukan
kepribadian dan tingkah laku. Terutama Lingkungan di dalam keluarganya. Oleh
karena itu untuk teman-teman, nanti jikalau kalian punya anak. Saran gue dijaga
tuh, diawasin, siapa temannya? Bukan maksudnya milih-milih teman, tapi cuma
sekedar kita harus tau supaya bisa diberi bimbingan, dan kalo bisa buatlah
mereka nyaman dengan kita seperti nyamannya mereka pada sahabatnya. Dengan
begitu pasti mereka akan bercerita apapun tentang apa yang sudah dialami
olehnya sehari-hari.
0 comments:
Posting Komentar