Sabtu, 05 April 2014

Hari Sabtu Apes yang Enak Untuk Seru-Seruan Part 1

Hari ini adalah hari Sabtu, gue bangkit dari singgasana nan nyaman tepat jam setengah 8 pagi dengan mata yang masih terbawa angan-angan mimpi. Tiba-tiba angan-angan itu pun pergi, berganti dengan kerasnya detak jantung gue saat melihat jam. Kenapa gue begitu panik? Hari ini adalah hari dimana salah satu institut perguruan tinggi akan datang jam 8 untuk melakukan presentasi dan disana ada temen-temen gue menunggu gue untuk malakukan penggalangan dana untuk acara perdana yang kami ingin adakan, yaitu “English Camp”. Tanpa pikir panjang gue pun langsung pergi ke bilik inspirasi. Byaaaar-byuuuuuur itulah yang terdengar jika kita mandi ala cowboy betawi. Setelah terlihat gagah, gue pun siap untuk
menjalani hari di pagi  yang cerah ini dengan motor kesayangan gue.
Sesampainya di sekolah gue pun agak bingung karena gue pikir gue akan telat. Tetapi yang terjadi acara pun belum dimulai sama sekali. Alhamdulillah sambil menghela nafas lega, lalu disana ada temen gue (Junior & Aisyah) yang setia menunggu gue dari jam 7. Gue hampiri mereka dan gue bilang akan nyusul ikut mereka menggalang dana, dikarenakan gue ada acara presentasi tersebut. Mereka pun masih menunggu teman gue yang lain (Dandy & Evan). Lalu gue pun langsung masuk ke sekolah. Dan akhirnya acara presentasi pun dimulai pukul 9 sampai jam 11 siang.
Setelah presentasi selesai, gue pun mencari spot yang enak untuk menemukan PW (Posisi Weeenak) untuk online. Saat baru membuka laptop datanglah evan dengan motornya si blobok coi. Temen-temen gue dan gue sebut motor dia begitu karena suara dari motornya seperti bloboook bloook blooobok. Dia datang menghampiri gue untuk bilang,“nu ? jadi ga? Udeh ditungguin anak-anak tuh?”. Gua pun menjawab,”oiyaa, gue lupa broo, anak-anak dimana??”.”anak anak udah di Access, yo langsung berangkat”. Gue dan Evan pun bergegas ke TKP.
Sesampainya di Access kami pun bertemu Aisyah, Junior & Dandy yang udah rapi untuk siap-siap ngamen. Kami pun sudah menyiapkan alat tempur kami nanti yaitu gitar keramat 3 turunan milik Evan, gitar Access dan cahon. Target medan perang kami adalah monas. Kami berencana untuk pergi kesana dengan menggunakan public bus dengan menggunakan jalur sendiri di jalanan. Mungkin istilah bagi para gamers, bus ini menggunakan cheat atau ngebug. Itu lah keunggulannya, tapi keunggulan tersebut tetap saja membuat kami bingung, mengapa? Karena kami harus menunggu minimal 10 menit mungkin untuk melihat satu bus yang akan kami tumpangi. Tetapi tega nian, ternyata bus tersebut penuh dengan orang layaknya ikan teri dalam ember nelayan. Tapi terserahlah yang penting kami bisa sampai dengan selamat nan sehat.
Di Perjalanan, kami pergi dengan gagah berani dan mulai berkelana kesana kemari. Kenapa gue bilang kesana kemari? Karna pada saat itu ada 2 orang temen gue “Aisyah & Junior” yang nyasar karena gue. Sebelum kejadian itu, gue ama temen gue si “evan” sempet berdebat karna  gue merasa busway tujuan blok m itu pasti ke monas. Tapi temen gue udah, mungkin sampai naik urat bilangin gue kalo busway yang gua sebut tadi salah, harusnya tuh ke arah kota. Lalu temen gue si dandy ngedukung gue,”udeh believe aje believe”. Si evan mengalah lalu tanpa piker panjang kami ikut antrian layaknya antri sembako. Karena padatnya penduduk metropolitan, kami sempat berpisah karena bus sudah tidak bisa menampung lagi. Melajulah bus Aisyah dan Junior menuju ke blok m. entah mengapa si Evan tetap bilang kalo jurusan ini salah, dia udah nemu buktinya yaitu bacaan di atas halte, di situ pun gue baru sadar dari ngablu yang mengjangkit gue. Mungkin karena laper karea gue belom makan sedangkan mereka udah pada makan SOTO traktiran evan saat gue lagi dengerin presentasi.
Di situ kami pun pindah haluan untuk ikut bus yang menuju ke kota karena sebelumnya ada monas. Di perjalanan gue pun kepikiran tentang mereka dan merasa bersalah. Tetapi evan berkata,”udeeh, biarin aja, mereka juga tau kok, nanti kita ketemuan di monas aja, nah baru nanti kita hubungin dia disana”. Kenapa Evan bilang hubungin mereka nanti? Karena hape gue dan evan sedang mati. Hape Dandy memang aktif tetapi dia lowbat, ingin sms dengan hapenya Dandy tapi si Dandy tidak punya pulsa. Bus kami melaju dengan kegalauan gue memikirkan kesalahan gue ke mereka.
Tiba di Halte monas, Evan langsung menghampiri petugas bus tersebut dan meminta tolong untuk pinjam hapenya untuk menghubungi mereka. Ternyata mereka sudah sampai di blok m tanpa melihat satupun monas yang ada. Lalu mereka pun menaiki bus arah sebaliknya untuk sampai di monas. Gue pun tambah merasa bersalah karena si junior dengan badan kecilnya membawa cahon yang selebar itu. Dan lagi Aisyah walaupun dia woles tapi dia kan wanita, ya kalian taulah wanita jika sudah bete seperti monster yang siap melahap mangsanya.
Aisyah dan Junior pun sampai di halte monas. Mereka membawa berkah dari kejadian tersebut karena mereka mendapatkan produk mizone terbaru secara cuma-cuma. Kami pun melepas dahaga kami dengan minum air tersebut. Terlihat raut wajah aisyah dan junior yang mulai lesu. Yang ada di pikiran gue,”ngerasa bersalah banget nih”. Setelah itu gua terus minta maaf kepada mereka.
Mungkin hari ini adalah hari Sabtu apes yang enak buat seru-seruan. Karena gue terus terpikir 6 hal penting : 1. Masalah Aisyah dan Junior tadi.   2. Hape yang mati, jadi takut ortu gue dan doi sms.  3. Les gue, gue udah punya tabungan 4 absent tinggal satu lagi mungkin gue bakal di cut.   4. Acara Techmet Acara Paskib yang ga jadi gue datengin.   5. Nanti Malem gue harus ngajarin kakanya temen gua belajar gitar.    6. Uang gue yang abis karena bawa uang pas-pasan, tapi uang pas-pasannya gue amalin karena ada seorang bapak setengah baya di halte yang nyasar karena dia ketinggalan rombongannya. Dan dia sudah tidak punya uang lagi. Semoga bapak tersebut dapat bertemu lagi dengan rombongannya.

To be continued ….

0 comments:

Posting Komentar

 
;