Hari ini
adalah hari Sabtu, gue bangkit dari singgasana nan nyaman tepat jam setengah 8
pagi dengan mata yang masih terbawa angan-angan mimpi. Tiba-tiba angan-angan
itu pun pergi, berganti dengan kerasnya detak jantung gue saat melihat jam. Kenapa
gue begitu panik? Hari ini adalah hari dimana salah satu institut perguruan
tinggi akan datang jam 8 untuk melakukan presentasi dan disana ada temen-temen
gue menunggu gue untuk malakukan penggalangan dana untuk acara perdana yang
kami ingin adakan, yaitu “English Camp”. Tanpa pikir panjang gue pun langsung pergi
ke bilik inspirasi. Byaaaar-byuuuuuur itulah
yang terdengar jika kita mandi ala cowboy
betawi. Setelah terlihat gagah, gue pun siap untuk
menjalani hari di pagi yang cerah ini dengan motor kesayangan gue.
menjalani hari di pagi yang cerah ini dengan motor kesayangan gue.
Sesampainya
di sekolah gue pun agak bingung karena gue pikir gue akan telat. Tetapi yang
terjadi acara pun belum dimulai sama sekali. Alhamdulillah sambil menghela
nafas lega, lalu disana ada temen gue (Junior & Aisyah) yang setia menunggu
gue dari jam 7. Gue hampiri mereka dan gue bilang akan nyusul ikut mereka
menggalang dana, dikarenakan gue ada acara presentasi tersebut. Mereka pun masih
menunggu teman gue yang lain (Dandy & Evan). Lalu gue pun langsung masuk ke
sekolah. Dan akhirnya acara presentasi pun dimulai pukul 9 sampai jam 11 siang.
Setelah
presentasi selesai, gue pun mencari spot yang enak untuk menemukan PW (Posisi Weeenak) untuk online. Saat baru
membuka laptop datanglah evan dengan motornya si blobok coi. Temen-temen gue dan gue sebut motor dia begitu
karena suara dari motornya seperti bloboook bloook blooobok. Dia datang
menghampiri gue untuk bilang,“nu ? jadi ga? Udeh ditungguin anak-anak tuh?”. Gua
pun menjawab,”oiyaa, gue lupa broo, anak-anak dimana??”.”anak anak udah di
Access, yo langsung berangkat”. Gue dan Evan pun bergegas ke TKP.
Sesampainya
di Access kami pun bertemu Aisyah, Junior & Dandy yang udah rapi untuk siap-siap
ngamen. Kami pun sudah menyiapkan alat tempur kami nanti yaitu gitar keramat 3
turunan milik Evan, gitar Access dan cahon. Target medan perang kami adalah
monas. Kami berencana untuk pergi kesana dengan menggunakan public bus dengan
menggunakan jalur sendiri di jalanan. Mungkin istilah bagi para gamers, bus ini
menggunakan cheat atau ngebug. Itu lah keunggulannya, tapi keunggulan tersebut
tetap saja membuat kami bingung, mengapa? Karena kami harus menunggu minimal 10
menit mungkin untuk melihat satu bus yang akan kami tumpangi. Tetapi tega nian,
ternyata bus tersebut penuh dengan orang layaknya ikan teri dalam ember
nelayan. Tapi terserahlah yang penting kami bisa sampai dengan selamat nan
sehat.
Di
Perjalanan, kami pergi dengan gagah berani dan mulai berkelana kesana kemari.
Kenapa gue bilang kesana kemari? Karna pada saat itu ada 2 orang temen gue “Aisyah & Junior” yang nyasar karena gue.
Sebelum kejadian itu, gue ama temen gue si “evan” sempet berdebat karna gue merasa busway tujuan blok m itu pasti ke monas. Tapi temen gue udah, mungkin sampai naik
urat bilangin gue kalo busway yang gua sebut tadi salah, harusnya tuh ke arah
kota. Lalu temen gue si dandy ngedukung gue,”udeh believe aje believe”. Si evan
mengalah lalu tanpa piker panjang kami ikut antrian layaknya antri sembako. Karena
padatnya penduduk metropolitan, kami sempat berpisah karena bus sudah tidak
bisa menampung lagi. Melajulah bus Aisyah dan Junior menuju ke blok m. entah
mengapa si Evan tetap bilang kalo jurusan ini salah, dia udah nemu buktinya yaitu
bacaan di atas halte, di situ pun gue baru sadar dari ngablu yang mengjangkit
gue. Mungkin karena laper karea gue belom makan sedangkan mereka udah pada makan
SOTO traktiran evan saat gue lagi dengerin presentasi.
Di situ
kami pun pindah haluan untuk ikut bus yang menuju ke kota karena sebelumnya ada
monas. Di perjalanan gue pun kepikiran tentang mereka dan merasa bersalah. Tetapi
evan berkata,”udeeh, biarin aja, mereka juga tau kok, nanti kita ketemuan di
monas aja, nah baru nanti kita hubungin dia disana”. Kenapa Evan bilang
hubungin mereka nanti? Karena hape gue dan evan sedang mati. Hape Dandy memang
aktif tetapi dia lowbat, ingin sms dengan hapenya Dandy tapi si Dandy tidak punya
pulsa. Bus kami melaju dengan kegalauan gue memikirkan kesalahan gue ke mereka.
Tiba di
Halte monas, Evan langsung menghampiri petugas bus tersebut dan meminta tolong
untuk pinjam hapenya untuk menghubungi mereka. Ternyata mereka sudah sampai di
blok m tanpa melihat satupun monas yang ada. Lalu mereka pun menaiki bus arah
sebaliknya untuk sampai di monas. Gue pun tambah merasa bersalah karena si
junior dengan badan kecilnya membawa cahon yang selebar itu. Dan lagi Aisyah
walaupun dia woles tapi dia kan wanita, ya kalian taulah wanita jika sudah bete
seperti monster yang siap melahap mangsanya.
Aisyah
dan Junior pun sampai di halte monas. Mereka membawa berkah dari kejadian
tersebut karena mereka mendapatkan produk mizone terbaru secara cuma-cuma. Kami
pun melepas dahaga kami dengan minum air tersebut. Terlihat raut wajah aisyah
dan junior yang mulai lesu. Yang ada di pikiran gue,”ngerasa bersalah banget
nih”. Setelah itu gua terus minta maaf kepada mereka.
Mungkin hari
ini adalah hari Sabtu apes yang enak buat seru-seruan. Karena gue terus
terpikir 6 hal penting : 1. Masalah Aisyah dan Junior tadi. 2. Hape yang mati, jadi takut ortu gue dan doi
sms. 3. Les gue, gue udah punya tabungan
4 absent tinggal satu lagi mungkin gue bakal di cut. 4. Acara Techmet Acara Paskib yang ga jadi
gue datengin. 5. Nanti Malem gue harus
ngajarin kakanya temen gua belajar gitar.
6. Uang gue yang abis karena bawa
uang pas-pasan, tapi uang pas-pasannya gue amalin karena ada seorang bapak
setengah baya di halte yang nyasar karena dia ketinggalan rombongannya. Dan dia
sudah tidak punya uang lagi. Semoga
bapak tersebut dapat bertemu lagi dengan rombongannya.
To be continued ….
0 comments:
Posting Komentar