Selasa, 08 April 2014

Keputusan Yang Ngambang

          “Sekali merangkul dayung, dua tiga pulau terlampaui”. Mungkin inilah pepatah yang saat ini terbesit di alam bawah sadar gue. Gue makin bingung, bingung dan bingung untuk menentukan arah berlayar di kapal hidup gue. Apakah ingin fokus kesana? Atau kesini? Atau gue membelah diri layaknya amuba untuk bisa mengejar dua-duanya. Atau gue belajar kage bunshin dari bapak naruto di dunia monggo (bahasa jawanya).
          Kemarin gue udah mendarat ke salah satu bener sembilan GOR di Jakarta Pusat. Awalnya sih gue udah sedikit bulet dengan keputusan gue untuk ngundurin diri karena berbagai alasan di postingan sebelumnya. Tapi ketika gue dateng, gue bertemu dengan temen-temen gue yang keren nan kece. Saat bertemu,
budaya disana itu saliman satu sama lainnya. Pas pertama sih gue bingung karna gue kira dia lakuin begitu karna muka gue yang tua, *adminudehpedeajadibilangdewasahehe. Setelah salim-saliman, kami pun mulai latihan.
          Saat mengikuti latihan, mungkin gue merasa gue itu kaya kambing conge yang melototin gerakan-gerakan peserta lain untuk diikuti. Terlintas judul film atau apalah di pikiran gue,”Ayah? Mengapa aku berbeda”. Dance dan catwalks gue bisa dibilang paling ancur, maklum anak baru. Tapi, emang dasarnya hal-hal yang berkaitan dengan gerakin badan itu gue paling lemah. Tapi gue akhirnya bisa mengikutinya dengan santai.
          Anugrah adalah julukan pemenang disana, hanya ada dua Anugrah disana. Pada saat uji coba pemanggilan pemenang, (inget cuman uji coba jadi belom tentu bakalan gue) gue dipilih pertama kali sebagai favorit. Saat MC berkata,”ini dia ! *sensor* terfavorit, Anugrah !! Gue bingung yang pertama dipanggil Anugrah dulu atau favorit? Seketika MC berkoar,” Anugrah !! maju ke depan !! Dengan tampang kambing conge tadi ditambah pongo, gue maju layaknya mau diqurban. Dan saat catwalks, gue salah posisi pula. Suasana panas berganti menjadi kemeriahan tertawa para teman gue.
          Setelah latihan selesai, gue pun tambah bingung dengan keputusan gue. Lalu konsulah gue dengan kepala sukunya. Gue kira acara ini selesai tanggal 19 Mei, ternyata sampai tanggal 24 Mei, padahal gue hanya diberi dispensasi 7 hari karna gue akan berangkat keluar jawa untuk PKL tanggal 12nya. Gue migraine akan dibooking sampai tanggal segitu.
          Solusi yang diberikan kepala sukunya, yaitu gue akan diberi surat dari dinas bahwa gue ditugaskan untuk menjadi duta remaja masa depan hehe. Dari situ mungkin gue akan mendapatkan dispensasi lebih. Tetapi konsekuensinya mungkin gue ga akan jadi kerja di PT *Sensor* yang ada di luar Pulau Jawa tetapi di Jakarta. Mungkin besok gue akan konsul lagi ke Sesepuh Jurusan gue untuk membicarakan semuanya. Nah tinggal bilang ke ortu deh tentang semua ini. Semoga semua berjalan lancar dan keputusan yang akan gua petik nanti tepat.

0 comments:

Posting Komentar

 
;