“Sekali
merangkul dayung, dua tiga pulau terlampaui”. Mungkin inilah pepatah yang saat
ini terbesit di alam bawah sadar gue. Gue makin bingung, bingung dan bingung
untuk menentukan arah berlayar di kapal hidup gue. Apakah ingin fokus kesana? Atau
kesini? Atau gue membelah diri layaknya amuba untuk bisa mengejar dua-duanya. Atau
gue belajar kage bunshin dari bapak naruto di dunia monggo (bahasa jawanya).
Kemarin
gue udah mendarat ke salah satu bener sembilan GOR di Jakarta Pusat. Awalnya
sih gue udah sedikit bulet dengan keputusan gue untuk ngundurin diri karena
berbagai alasan di postingan sebelumnya. Tapi ketika gue dateng, gue bertemu
dengan temen-temen gue yang keren nan kece. Saat bertemu,
budaya disana itu saliman satu sama lainnya. Pas pertama sih gue bingung karna gue kira dia lakuin begitu karna muka gue yang tua, *adminudehpedeajadibilangdewasahehe. Setelah salim-saliman, kami pun mulai latihan.
budaya disana itu saliman satu sama lainnya. Pas pertama sih gue bingung karna gue kira dia lakuin begitu karna muka gue yang tua, *adminudehpedeajadibilangdewasahehe. Setelah salim-saliman, kami pun mulai latihan.
Saat
mengikuti latihan, mungkin gue merasa gue itu kaya kambing conge yang melototin gerakan-gerakan peserta lain untuk
diikuti. Terlintas judul film atau apalah di pikiran gue,”Ayah? Mengapa aku
berbeda”. Dance dan catwalks gue bisa dibilang paling ancur, maklum anak baru. Tapi,
emang dasarnya hal-hal yang berkaitan dengan gerakin badan itu gue paling
lemah. Tapi gue akhirnya bisa mengikutinya dengan santai.
Anugrah
adalah julukan pemenang disana, hanya ada dua Anugrah disana. Pada saat uji coba pemanggilan pemenang, (inget
cuman uji coba jadi belom tentu bakalan gue) gue dipilih pertama kali sebagai
favorit. Saat MC berkata,”ini dia ! *sensor* terfavorit, Anugrah !! Gue bingung
yang pertama dipanggil Anugrah dulu atau favorit? Seketika MC berkoar,” Anugrah
!! maju ke depan !! Dengan tampang kambing conge tadi ditambah pongo, gue maju
layaknya mau diqurban. Dan saat catwalks, gue salah posisi pula. Suasana panas
berganti menjadi kemeriahan tertawa para teman gue.
Setelah
latihan selesai, gue pun tambah bingung dengan keputusan gue. Lalu konsulah gue
dengan kepala sukunya. Gue kira acara ini selesai tanggal 19 Mei, ternyata
sampai tanggal 24 Mei, padahal gue hanya diberi dispensasi 7 hari karna gue
akan berangkat keluar jawa untuk PKL tanggal 12nya. Gue migraine akan dibooking sampai tanggal segitu.
Solusi
yang diberikan kepala sukunya, yaitu gue akan diberi surat dari dinas bahwa gue
ditugaskan untuk menjadi duta remaja masa depan hehe. Dari situ mungkin gue
akan mendapatkan dispensasi lebih. Tetapi konsekuensinya mungkin gue ga akan
jadi kerja di PT *Sensor* yang ada di luar Pulau Jawa tetapi di Jakarta.
Mungkin besok gue akan konsul lagi ke Sesepuh Jurusan gue untuk membicarakan
semuanya. Nah tinggal bilang ke ortu deh tentang semua ini. Semoga semua
berjalan lancar dan keputusan yang akan gua petik nanti tepat.
0 comments:
Posting Komentar