Sabtu, 20 Mei 2017 0 comments

Sekedar

Ketika langit menampakkan keindahannya. Tak ada satupun yang tidak bisa memandangnya. Walaupun sang buta tidak bisa melihat. Tetapi perasaanlah yang membawanya.

Manusia lahir dengan hati. Yang biasa disakiti. Oleh keadaan yang membuatnya mati. Seakan tertancap tajamnya peniti. Kecil yang mencabik semua mimpi.

Kelemahan hati bisa menjadi tanda. Tanda bahwa hal kecil menjadi besar. Yang mudah menjadi susah. Dalam alasan bayang-bayang masalah.

Bukankah kita adalah kesempurnaan? Yang selalu menampakan kehebatan. Yang sering dihinggapi kesombongan. Hingga jatuh ke dalam jurang.

Sakit, letih, dan pedih. Sedih ini seakan mendidih. Menerawang ke dalam gua di hati. Hingga terbesit bahwa kematian adalah jalan terakhir.

Orang-orang berlalu lalang menampakkan keasliannya. Yang dahulu baik menjadi tengik. Yang jahat semakin sangat. Yang lain pun berjalan pergi.

Inilah singa yang teramputasi, terjebak dalam dunia fantasi. Terlambat menyadari bahwa dunia hanyalah seni. Yang hanya sesaat dinikmati.

Kini aku telah sadar. Bahwa semuanya hanyalah sementara. Tak ada yang dibawa selain perkara. Yang akan diperhitungkan dalam acara.

Terimakasih semua, ini belum berakhir. aku akan mulai lagi dengan-Nya


 
;