Minggu, 13 April 2014

Arti Sebuah Perpisahan yang Melapisi Papercraft

      Papercraft adalah kerajinan tangan yang terbuat dari kertas yang dilipat-lipat yang membentuk tokoh atau apapun yang sesuai dengan kehendak kita. Papercraft memang cocok dijadikan sebagai kenang-kenangan yang mungkin bisa menjadi special untuk orang-orang special kita juga. Salah satunya tokoh yang berpasangan ini nih :














Garu dan Pucca adalah nama tokoh yang gue pilih. Pucca itu adalah buronan doi. Kenapa gue bilang buronan?
Karena saat dia melihat barang yang berbau pucca, pasti seketika doi menjadi ganas, lalu menerkam pucca yang tidak bersalah tersebut. Akhirnya tuh pucca ga bisa selamat dan selamanya berada di pelukan si doi. Hehe ganas kan? Untungnya pucca dan garu termasuk barang langka di pasaran. Jadi selamet deh hehehe.

Sedikit cerita tentang Garu dan Pucca :

“Pucca adalah putri bangsa dari Guh-Ryong, Restoran Chinese. Ia pernah ditolong oleh Garu saat ia mengalami kecelakaan. Seketika Pucca pun jatuh cinta pada pandangan pertama pada Garu. Akhirnya Pucca pun memohon kepada ayahnya untuk membuka cabang restorannya di desa Garu. Tujuannya agar dia bisa melihat Garu lagi dan memenangkan hati Garu. Pucca sih katanya naksir banget ama Garu. Sosoknya yang manis bisa berubah menjadi kuat begitu dia mengejar Garu. Pucca jarang berbicara, namun dia sering sekali tertawa cekikikan.”



“Garu adalah ninja dari sebuah desa. Ia ingin menjadi ninja yang hebat. Oleh karena itu Ia sering menghabiskan waktunya untuk berlatih dan berlatih. Namun Pucca sering mengganggunya dan membuatnya sulit berlatih. Gara-gara itu, Garu selalu berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari Garu. Walaupun dam hatinya juga Ia menyukai Pucca.







Ada kisah baru tentang Garu dan Pucca :

“Alkisah saat Garu berhasil menyelesaikan pembelajaran tentang ilmu ninjanya. Ia akan mempraktikkan semua ilmu yang ia punya di desa lain yang membutuhkan bantuan. Garu pun memberi suatu kenangan kepada Pucca agar Pucca dapat mengingat Garu saat Garu sudah pergi. Garu pun berharap dari apa yang telah ia berikan bisa menjadi simbol perjalanan cinta mereka yang telah mereka arungi di lautan yang tenang ataupun badai.

Garu berpesan melalui kenang-kenangan itu agar pucca bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Agar ia tidak mudah menyerah dalam belajar dan hal apapun yang harus ia kalahkan. Selalu menghadapi masalah dengan tenang. Menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruknya kepada Garu dan lainnya. Dan dia bisa menjadi contoh atas sikap kedewasaannya kelak.


Teringat di masa lalu, Garu pernah mengantar Pucca ke rumah sakit untuk menjenguk sanak saudaranya yang sedang sakit. Pucca pun sedih karena di saat itu juga ia memiliki masalah. Di malam hari yang cerah penuh bintang, Garu pun berkata,” Kamu lihat deh bintang yang sendirian itu. Ia bersinar terang kan? Dan lihat deh sekelilingnya, banyak bintang yang menemani bintang itu kan? Walaupun bintang itu ga langsung berada di dekatnya. Kamu tau rasi bintang kan? Yang tanpa kehadiran satu bintang pun, rasi itu tidak akan sempurna? Sama halnya dengan hidup ini, saat kamu merasa terang dan redup, dan kamu merasa kesepian. Orang-orang yang mencintai kamu pun akan tetap ada di samping kamu. Walaupun Mereka terkadang sedang jauh denganmu, Mereka akan selalu mempedulikanmu dan ingin kamu bersinar kembali dan melengkapi rasi kehidupan mereka. Karena tanpa kamu hidup mereka pasti kurang sempurna.

Setelah itu Garu pun mulai pergi meninggalkan Pucca dengan wajah haru penuh harapan, berharap agar pesan dan amanat yang telah ia sampaikan selama ini bisa Pucca jalankan dengan baik. Garu berteriak,” Good bye Pucca, Ich liebe dich auf :’) .

0 comments:

Posting Komentar

 
;