Papercraft adalah kerajinan
tangan yang terbuat dari kertas yang dilipat-lipat yang membentuk tokoh atau
apapun yang sesuai dengan kehendak kita. Papercraft memang cocok dijadikan
sebagai kenang-kenangan yang mungkin bisa menjadi special untuk orang-orang special
kita juga. Salah satunya tokoh yang berpasangan ini nih :
Garu dan
Pucca adalah nama tokoh yang gue pilih. Pucca itu adalah buronan doi. Kenapa gue
bilang buronan?
Karena saat dia melihat barang yang berbau pucca, pasti seketika doi menjadi ganas, lalu menerkam pucca yang tidak bersalah tersebut. Akhirnya tuh pucca ga bisa selamat dan selamanya berada di pelukan si doi. Hehe ganas kan? Untungnya pucca dan garu termasuk barang langka di pasaran. Jadi selamet deh hehehe.
Karena saat dia melihat barang yang berbau pucca, pasti seketika doi menjadi ganas, lalu menerkam pucca yang tidak bersalah tersebut. Akhirnya tuh pucca ga bisa selamat dan selamanya berada di pelukan si doi. Hehe ganas kan? Untungnya pucca dan garu termasuk barang langka di pasaran. Jadi selamet deh hehehe.
Sedikit cerita
tentang Garu dan Pucca :
“Pucca adalah putri bangsa dari
Guh-Ryong, Restoran Chinese. Ia pernah ditolong oleh Garu saat ia mengalami
kecelakaan. Seketika Pucca pun jatuh cinta pada pandangan pertama pada Garu.
Akhirnya Pucca pun memohon kepada ayahnya untuk membuka cabang restorannya di
desa Garu. Tujuannya agar dia bisa melihat Garu lagi dan memenangkan hati Garu.
Pucca sih katanya naksir banget ama Garu. Sosoknya yang manis bisa berubah
menjadi kuat begitu dia mengejar Garu. Pucca jarang berbicara, namun dia sering
sekali tertawa cekikikan.”
“Garu adalah ninja dari sebuah
desa. Ia ingin menjadi ninja yang hebat. Oleh karena itu Ia sering menghabiskan
waktunya untuk berlatih dan berlatih. Namun Pucca sering mengganggunya dan
membuatnya sulit berlatih. Gara-gara itu, Garu selalu berusaha untuk
menyelamatkan dirinya dari Garu. Walaupun dam hatinya juga Ia menyukai Pucca.
Ada
kisah baru tentang Garu dan Pucca :
“Alkisah saat Garu berhasil
menyelesaikan pembelajaran tentang ilmu ninjanya. Ia akan mempraktikkan semua
ilmu yang ia punya di desa lain yang membutuhkan bantuan. Garu pun memberi
suatu kenangan kepada Pucca agar Pucca dapat mengingat Garu saat Garu sudah
pergi. Garu pun berharap dari apa yang telah ia berikan bisa menjadi simbol perjalanan
cinta mereka yang telah mereka arungi di lautan yang tenang ataupun badai.
Garu berpesan melalui
kenang-kenangan itu agar pucca bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Agar
ia tidak mudah menyerah dalam belajar dan hal apapun yang harus ia kalahkan. Selalu
menghadapi masalah dengan tenang. Menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruknya
kepada Garu dan lainnya. Dan dia bisa menjadi contoh atas sikap kedewasaannya
kelak.
Teringat di masa lalu, Garu
pernah mengantar Pucca ke rumah sakit untuk menjenguk sanak saudaranya yang
sedang sakit. Pucca pun sedih karena di saat itu juga ia memiliki masalah. Di
malam hari yang cerah penuh bintang, Garu pun berkata,” Kamu lihat deh bintang yang
sendirian itu. Ia bersinar terang kan? Dan lihat deh sekelilingnya, banyak
bintang yang menemani bintang itu kan? Walaupun bintang itu ga langsung berada
di dekatnya. Kamu tau rasi bintang kan? Yang tanpa kehadiran satu bintang pun,
rasi itu tidak akan sempurna? Sama halnya dengan hidup ini, saat kamu merasa
terang dan redup, dan kamu merasa kesepian. Orang-orang yang mencintai kamu pun
akan tetap ada di samping kamu. Walaupun Mereka terkadang sedang jauh denganmu,
Mereka akan selalu mempedulikanmu dan ingin kamu bersinar kembali dan
melengkapi rasi kehidupan mereka. Karena tanpa kamu hidup mereka pasti kurang sempurna.
Setelah itu Garu pun mulai pergi meninggalkan Pucca dengan wajah haru penuh harapan, berharap agar pesan dan amanat yang telah ia sampaikan selama ini bisa Pucca jalankan dengan baik. Garu berteriak,” Good bye Pucca, Ich liebe dich auf :’) .”
Setelah itu Garu pun mulai pergi meninggalkan Pucca dengan wajah haru penuh harapan, berharap agar pesan dan amanat yang telah ia sampaikan selama ini bisa Pucca jalankan dengan baik. Garu berteriak,” Good bye Pucca, Ich liebe dich auf :’) .”



0 comments:
Posting Komentar