Chapter 1
Death Stalker,
The New King From Forgotten War
&
Sir Franz Miller,
The Leader of New Voltrasian Soldier
Laruna Mansion, Jacetrasia Kingdom.
Perang
berakhir ketika Death Stalker dan pasukannya yang berasal dari Back Cavolery
Trees berhasil menaklukan pasukan Voltrasian Soldier. Death Stalker membunuh
pemimpin Voltrasian Soldier, Aaron Greek di depan Indana Fountain yang berada
di Laruna Mansion. Sebelum itu, Aaron Greek telah membunuh bangsawan terpandang
bernama Sir Smith Miller dan Lady Angelinne yang mayatnya tergeletak di dalam
kolam Indana Fountain. Death Stalker berdiri di depan Voltrasian Soldier yang
sedang sekarat, terikat, dan mati tergelepak di jalan.
Di
keheningan perang terdengar teriakan dari salah satu sisi penduduk Laruna
Mansion. “Katakan padaku ! Siapa yang telah membunuh orang tuaku ! KATAKAN…. !!!”
bentak seorang anak 10 tahun yang sedang lari menghampiri salah satu Voltrasian Soldier.
bentak seorang anak 10 tahun yang sedang lari menghampiri salah satu Voltrasian Soldier.
Ia terlihat marah besar atas apa
yang telah terjadi. “Ka.. ka.. katakan padaku….. !! Aku akan mencincangnya !
aku akan memotong lehernya ! Aku tidak membiarkan ia hidup ! Aku akan
MEMBUNUHNYAaaaaaa…… !!”
Tiba-tiba Death Stalker memeluknya
dari belakang dan berbisik,”Jika kau ingin membunuh orang-orang yang telah
membunuh orangtua dan keluargamu. Ikutlah bersamaku, dan berlatihlah. Jadikan
dirimu sekuat diriku, untuk memberantas orang-orang yang mengambil
kebahagiaanmu. Tanamkan dendam pada mereka. Agar kau bisa tumbuh dengan
kebencian.” Ujarnya sambil berdiri mengangkat anak itu.
“Bersama..
Bersamaaaaaa !!! Kita akan raih kedamaian seperti sedia kala. Lupakanlah perang
ini dan bencilah kepada Raja Peter Kriston Ramz dan keluarganya. Disini akulah
yang akan melindungi kalian dari mereka dengan segenap jiwaku, dan segenap
tentara Voltrasian Soldier yang baru. Jangan biarkan mereka memasuki tanah ini.
Hilangkan semua yang berkaitan dengan Raja, dan tanamkan kebencian terhadap apa
yang telah mereka lakukan dengan keluargamu, rumahmu, dan hartamu. Bersama kita
akan membangun Jacetrasia Kingdom kembali. Janava akan berdiri dengan Raja
baru. Aku ! Raja Salazar!”
Forgotten War berakhir di depan
Indana Fountain. Rakyat Jacetrasia Kingdom membangun kerajaannya kembali
setelah kejadian yang memporak-porandakan segalanya. Puing-puing kehancuran,
darah yang bersimpahan, serta mayat-mayat tergelatak dikumpulkan dan dibakar di
Symphony of Destruction.
***
Symphony of Destruction, Back
Cavolery Trees.
16
Tahun kemudian …
Raja Salazar yang saat itu sedang
memimpin sebuah rapat dikagetkan oleh seorang utusan yang berasal dari
perbatasan. Seorang utusan itu lari terengah-engah hingga akhirnya sampai di
istana. Ia membawa sebuah berita buruk untuk Jacetrasia Kingdom.
“Yang
Mulia ! Telah terjadi pemberontakan di Perbatasan. Komplotan pemberontak itu
menerobos masuk Symphony of Destruction dan ingin mencuri Harta yang ada di
dalamnya. Banyak pasukan kita yang terluka disana.” kata utusan itu.
“Siapa
mereka !! Berani-beraninya memasuki area terlarang itu ! Apa yang mereka
lakukan disana !” Jawab Raja dengan nada marah.
“Diperkirakan
mereka berasal dari Avalon Hill’s, Gua yang hanya terlihat di tanggal 29
Februari di Tahun Kabisat dan hilang saat tanggal itu telah berlalu. Kulihat
mereka sangat tangguh, padahal mereka hanya berjumlah 5 orang.”
“Ayaaaah..
Izinkan aku pergi kesana, aku berjanji akan membereskannya!” sahut Sir Franz Miller.
“Pergilah nak ! jika kau yakin bisa
membereskannya. Bunuh semua pemberontak itu. Bawa satu dari mereka hidup-hidup.
Kita akan mencari tahu siapa dalang dari semua ini. Bergeraklah cepat, siapkan
semua persenjataan dan pasukan bersamamu. Jangan biarkan mereka lolos.”
Sir Franz Miller pergi dengan
pasukan yang berjumlah 24 orang. Ia pergi dengan kuda dan pedang peninggalan
Aaron Greek. Di dalam perjalanan, ia teringat peristiwa 16 tahun yang lalu.
Aaron Greek yang dikenalnya sebagai sosok ayah kedua yang mengajarinya ilmu
pedang, membunuh orang tuanya dan membuang mereka ke dalam kolam Indana
Fountain.
Dendam dan juga kesedihannya terus
mengiringi perjalanannya ke Symphony of Destruction sampai akhirnya Ia sampai.
Sir Franz Miller kesal karena ternyata ia terlambat. Sir Franz Miller
mengangkat kerah pasukan penjaga Symphony of Destruction yang sekarat.
“Dimana Mereka ??!! Mengapa kalian
membiarkan mereka lolos, bukannya kalian tahu konsekuensinya membiarkan
pemberontak lolos.” Bentaknya
Sambil memuntahkan darah dan
memegang dadanya yang tertusuk pedang, penjaga itu berkata .
“Uhuk..
Uhuk.. Ma.. Maafkan aku Tu.. Tuan. Aku telah gagal menjalankan misiku. Uhuk..
uhuk..”
Penjaga
itu pun mati karena kehabisan darah. Kekesalan Sir Franz Miller pun memuncak.
Ia memerintahkan pasukannya untuk membunuh pasukan penjaga yang sekarat dan
membakarnya di samping Symphony of Destruction. Lalu ia memerintahkan untuk
mengabarkan pada Raja Salazar bahwa Ia telah berhasil menangkap salah satu dari
mereka dan akan membawanya ke Jacetrasia Kingdom. Ia juga meminta pasukan
pengganti penjaga Symphony of Destruction yang lebih tangguh.
Saat
membakar semua pasukan penjaga, Sir Franz Miller mengambil salah satu dari pasukan
tersebut dan memerintahkannya melepas pakaiannya dan menggantinya dengan baju pendekar
yang ada di Symphony of Destruction.
“Tu..
Tuan? Mengapa Kau membakar para penjaga itu?”
“Dengar
! Pakailah saja baju itu!”kata Sir Franz Miller.
“Tapi
Tuan, aku sedang terluka dan aku tak bisa memakai pakaian musuh, aku bukan
pengkhianat. Raja tidak akan mentoleransi ini tuan.”jawab penjaga itu.
“Kau
memiliki keluarga bukan?? Aku akan menjamin kehidupan mereka tapi aku mau kau
berpura-pura menjadi salah satu dari pemberontak itu. Jika kau tak menuruti
kemauanku, akan kubuat kau menyesalinya seumur hidup! Mengerti ?”
“I..iyaaa
Tuan, aku akan menuruti kemauanmu. Tapi kumohon jangan ganggu anak istriku.”
Saat
Sir Franz Miller memakaikan penjaga itu baju pendekar tersebut. Ia menemukan
pisau antique milik Ted Dantjie.
Karena ia menyukainya ia menyimpannya. Sir Franz Miller akhirnya kembali ke
kerajaan.
Setibanya
di kerajaan, Raja terkejut dengan seseorang yang memakai baju pendekar
tersebut. Raja pun mengambil sebilah pedang dan menodongkan pedangnya ke leher
Pendekar tersebut.
“Rupanya
Kau masih hidup anak pemberontak. Bagaimana kabarmu? Bagaimana keadaan
keluargamu? Bagaimana keadaan desamu? Bagaimana keadaan Back Cavolery Trees
saat aku membangun dinding besar yang membuat kalian tidak bisa memasuki
Jacetrasia Kingdom? Dan bagaimana perasaanmu saat aku membunuh ayahmu 16 tahun
yang lalu?”
“Ra…Rajaa….
Kumohon ampuni aku. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Kumohon jangan bunuh
aku. Aku memiliki keluarga. Kumohoooon..”
“Kau
sungguh menyedihkan, berbeda dengan ayahmu yang dahulu berani menentangku. Ia
adalah sosok yang paling dihormati dan disegani di desamu bukan? Tapi mengapa
ia bisa melahirkan seorang sampah sepertimu? Aku terkejut ternyata kau berani
membuat onar di kerajaanku. Dan apa maksudmu memakai baju peninggalan ayahmu?
Kau sama sekali tidak pantas memakainya.”
“Kumohon
Raja.. Lepaskan aku.. aku akan pergi dari kerajaan ini dan aku tidak akan
memberon…. Aaaarrrggghhhh !!!”
Raja membunuh penjaga Symphony of
Destruction. Dia mengira penjaga itu adalah Ney Dantjie, anak dari Pendekar
Back Cavolery Trees, Ted Dantjie.
to be continued...
3 comments:
setelah sekian lama banyak sarang laba laba, akhirnya bisa gue kumpulin tuh sarang laba-laba dan dikasih mesis kaya kue cubit laba-laba.. selamat menulis lagi hehehe :D
Good chapter, Thor.. Semoga bisa cepet di publish next chapternya. Tp kayaknya kurang ditaburi unsur psycho biar lebih menantang hehe
Thanks for the comment, minggu depan kita release next chapternya, makasih kripiknya dan makasih juga udah mampir :D
Posting Komentar