Selasa, 26 Mei 2015

Noe San Tara - Unpredictable Truth in Jacetrasian Kingdom

Chapter 1
Death Stalker, The New King From Forgotten War
&
Sir Franz Miller, The Leader of New Voltrasian Soldier

Laruna Mansion, Jacetrasia Kingdom.
Perang berakhir ketika Death Stalker dan pasukannya yang berasal dari Back Cavolery Trees berhasil menaklukan pasukan Voltrasian Soldier. Death Stalker membunuh pemimpin Voltrasian Soldier, Aaron Greek di depan Indana Fountain yang berada di Laruna Mansion. Sebelum itu, Aaron Greek telah membunuh bangsawan terpandang bernama Sir Smith Miller dan Lady Angelinne yang mayatnya tergeletak di dalam kolam Indana Fountain. Death Stalker berdiri di depan Voltrasian Soldier yang sedang sekarat, terikat, dan mati tergelepak di jalan.
Di keheningan perang terdengar teriakan dari salah satu sisi penduduk Laruna Mansion. “Katakan padaku ! Siapa yang telah membunuh orang tuaku ! KATAKAN…. !!!”
bentak seorang anak 10 tahun yang sedang lari menghampiri salah satu Voltrasian Soldier.
            Ia terlihat marah besar atas apa yang telah terjadi. “Ka.. ka.. katakan padaku….. !! Aku akan mencincangnya ! aku akan memotong lehernya ! Aku tidak membiarkan ia hidup ! Aku akan MEMBUNUHNYAaaaaaa…… !!”
            Tiba-tiba Death Stalker memeluknya dari belakang dan berbisik,”Jika kau ingin membunuh orang-orang yang telah membunuh orangtua dan keluargamu. Ikutlah bersamaku, dan berlatihlah. Jadikan dirimu sekuat diriku, untuk memberantas orang-orang yang mengambil kebahagiaanmu. Tanamkan dendam pada mereka. Agar kau bisa tumbuh dengan kebencian.” Ujarnya sambil berdiri mengangkat anak itu.
“Bersama.. Bersamaaaaaa !!! Kita akan raih kedamaian seperti sedia kala. Lupakanlah perang ini dan bencilah kepada Raja Peter Kriston Ramz dan keluarganya. Disini akulah yang akan melindungi kalian dari mereka dengan segenap jiwaku, dan segenap tentara Voltrasian Soldier yang baru. Jangan biarkan mereka memasuki tanah ini. Hilangkan semua yang berkaitan dengan Raja, dan tanamkan kebencian terhadap apa yang telah mereka lakukan dengan keluargamu, rumahmu, dan hartamu. Bersama kita akan membangun Jacetrasia Kingdom kembali. Janava akan berdiri dengan Raja baru. Aku ! Raja Salazar!”
            Forgotten War berakhir di depan Indana Fountain. Rakyat Jacetrasia Kingdom membangun kerajaannya kembali setelah kejadian yang memporak-porandakan segalanya. Puing-puing kehancuran, darah yang bersimpahan, serta mayat-mayat tergelatak dikumpulkan dan dibakar di Symphony of Destruction.
           
***
Symphony of Destruction, Back Cavolery Trees.
16 Tahun kemudian …
            Raja Salazar yang saat itu sedang memimpin sebuah rapat dikagetkan oleh seorang utusan yang berasal dari perbatasan. Seorang utusan itu lari terengah-engah hingga akhirnya sampai di istana. Ia membawa sebuah berita buruk untuk Jacetrasia Kingdom.        
“Yang Mulia ! Telah terjadi pemberontakan di Perbatasan. Komplotan pemberontak itu menerobos masuk Symphony of Destruction dan ingin mencuri Harta yang ada di dalamnya. Banyak pasukan kita yang terluka disana.” kata utusan itu.
“Siapa mereka !! Berani-beraninya memasuki area terlarang itu ! Apa yang mereka lakukan disana !” Jawab Raja dengan nada marah.
“Diperkirakan mereka berasal dari Avalon Hill’s, Gua yang hanya terlihat di tanggal 29 Februari di Tahun Kabisat dan hilang saat tanggal itu telah berlalu. Kulihat mereka sangat tangguh, padahal mereka hanya berjumlah 5 orang.”
“Ayaaaah.. Izinkan aku pergi kesana, aku berjanji akan membereskannya!” sahut Sir Franz Miller.
            “Pergilah nak ! jika kau yakin bisa membereskannya. Bunuh semua pemberontak itu. Bawa satu dari mereka hidup-hidup. Kita akan mencari tahu siapa dalang dari semua ini. Bergeraklah cepat, siapkan semua persenjataan dan pasukan bersamamu. Jangan biarkan mereka lolos.”
            Sir Franz Miller pergi dengan pasukan yang berjumlah 24 orang. Ia pergi dengan kuda dan pedang peninggalan Aaron Greek. Di dalam perjalanan, ia teringat peristiwa 16 tahun yang lalu. Aaron Greek yang dikenalnya sebagai sosok ayah kedua yang mengajarinya ilmu pedang, membunuh orang tuanya dan membuang mereka ke dalam kolam Indana Fountain.
            Dendam dan juga kesedihannya terus mengiringi perjalanannya ke Symphony of Destruction sampai akhirnya Ia sampai. Sir Franz Miller kesal karena ternyata ia terlambat. Sir Franz Miller mengangkat kerah pasukan penjaga Symphony of Destruction yang sekarat.
            “Dimana Mereka ??!! Mengapa kalian membiarkan mereka lolos, bukannya kalian tahu konsekuensinya membiarkan pemberontak lolos.” Bentaknya
            Sambil memuntahkan darah dan memegang dadanya yang tertusuk pedang, penjaga itu berkata    .
“Uhuk.. Uhuk.. Ma.. Maafkan aku Tu.. Tuan. Aku telah gagal menjalankan misiku. Uhuk.. uhuk..”
Penjaga itu pun mati karena kehabisan darah. Kekesalan Sir Franz Miller pun memuncak. Ia memerintahkan pasukannya untuk membunuh pasukan penjaga yang sekarat dan membakarnya di samping Symphony of Destruction. Lalu ia memerintahkan untuk mengabarkan pada Raja Salazar bahwa Ia telah berhasil menangkap salah satu dari mereka dan akan membawanya ke Jacetrasia Kingdom. Ia juga meminta pasukan pengganti penjaga Symphony of Destruction yang lebih tangguh.
Saat membakar semua pasukan penjaga, Sir Franz Miller mengambil salah satu dari pasukan tersebut dan memerintahkannya melepas pakaiannya dan menggantinya dengan baju pendekar yang ada di Symphony of Destruction.
“Tu.. Tuan? Mengapa Kau membakar para penjaga itu?”
“Dengar ! Pakailah saja baju itu!”kata Sir Franz Miller.
“Tapi Tuan, aku sedang terluka dan aku tak bisa memakai pakaian musuh, aku bukan pengkhianat. Raja tidak akan mentoleransi ini tuan.”jawab penjaga itu.
“Kau memiliki keluarga bukan?? Aku akan menjamin kehidupan mereka tapi aku mau kau berpura-pura menjadi salah satu dari pemberontak itu. Jika kau tak menuruti kemauanku, akan kubuat kau menyesalinya seumur hidup! Mengerti ?”
“I..iyaaa Tuan, aku akan menuruti kemauanmu. Tapi kumohon jangan ganggu anak istriku.”
Saat Sir Franz Miller memakaikan penjaga itu baju pendekar tersebut. Ia menemukan pisau antique milik Ted Dantjie. Karena ia menyukainya ia menyimpannya. Sir Franz Miller akhirnya kembali ke kerajaan.
Setibanya di kerajaan, Raja terkejut dengan seseorang yang memakai baju pendekar tersebut. Raja pun mengambil sebilah pedang dan menodongkan pedangnya ke leher Pendekar tersebut.
“Rupanya Kau masih hidup anak pemberontak. Bagaimana kabarmu? Bagaimana keadaan keluargamu? Bagaimana keadaan desamu? Bagaimana keadaan Back Cavolery Trees saat aku membangun dinding besar yang membuat kalian tidak bisa memasuki Jacetrasia Kingdom? Dan bagaimana perasaanmu saat aku membunuh ayahmu 16 tahun yang lalu?”
“Ra…Rajaa…. Kumohon ampuni aku. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Kumohon jangan bunuh aku. Aku memiliki keluarga. Kumohoooon..”
“Kau sungguh menyedihkan, berbeda dengan ayahmu yang dahulu berani menentangku. Ia adalah sosok yang paling dihormati dan disegani di desamu bukan? Tapi mengapa ia bisa melahirkan seorang sampah sepertimu? Aku terkejut ternyata kau berani membuat onar di kerajaanku. Dan apa maksudmu memakai baju peninggalan ayahmu? Kau sama sekali tidak pantas memakainya.”
“Kumohon Raja.. Lepaskan aku.. aku akan pergi dari kerajaan ini dan aku tidak akan memberon…. Aaaarrrggghhhh !!!”
            Raja membunuh penjaga Symphony of Destruction. Dia mengira penjaga itu adalah Ney Dantjie, anak dari Pendekar Back Cavolery Trees, Ted Dantjie.  

to be continued...

3 comments:

Unknown mengatakan...

setelah sekian lama banyak sarang laba laba, akhirnya bisa gue kumpulin tuh sarang laba-laba dan dikasih mesis kaya kue cubit laba-laba.. selamat menulis lagi hehehe :D

Nur Syafa'ah mengatakan...

Good chapter, Thor.. Semoga bisa cepet di publish next chapternya. Tp kayaknya kurang ditaburi unsur psycho biar lebih menantang hehe

Unknown mengatakan...

Thanks for the comment, minggu depan kita release next chapternya, makasih kripiknya dan makasih juga udah mampir :D

Posting Komentar

 
;